
Hello Kebaya Lovers!
NAMA Angelina Sondakh dulu identik dengan banyak hal, politisi muda, publik figur, sekaligus mantan Puteri Indonesia. Tapi hidup memang nggak selalu berjalan di jalur yang kita mau. Kasus korupsi yang menjeratnya dulu bikin hidup Angelina jungkir balik, nggak cuma kehilangan kebebasan, tapi juga ketenangan batin.
Dalam sebuah seminar yang digagas RS Izza Kerawang beberapa waktu lalu, Angelina bercerita kalau masa itu adalah fase paling gelap dalam hidupnya. Ia mengalami tekanan mental yang berat, sampai merasa benar-benar jatuh dan kehilangan arah. Ketika harus menjalani proses hukum, ia sempat merasakan dua dunia yang sama-sama keras, rutan KPK yang sepi dan sunyi, lalu Rutan Pondok Bambu yang penuh orang dan penuh sorot mata.
“Masuk rutan hanya ditanya Kesehatan fisik. Nggak ditanya stress apa nggak. Bahkan saya juga “diteriakin, disorakin” di lapas,”ungkapnya.
Bayangin aja, dari panggung megah dan dunia politik, tiba-tiba harus hidup di sel dengan rutinitas ketat. Stress-nya bukan main. Ia bilang, saat itu mentalnya benar-benar drop. Ada masa-masa ia merasa nggak kuat, sempat terpikir untuk menyerah. Tapi pelan-pelan, ia belajar mencari pegangan supaya tetap bertahan.
“Beberapa kali mencoba mengakhiri hidup. Alhamdulillah 10 tahun menjalani masa tahanan saya mencoba mengendalikan stress,” urai Angelina disambut tepuk tangan hadirin.
“Nggak Selalu Oke Itu Nggak Apa-Apa”
Selama bertahun-tahun menjalani masa hukuman, Angelina belajar satu hal penting, hidup nggak selalu mulus, dan nggak ada manusia yang sempurna. Kaya atau miskin, terkenal atau bukan — semua orang bisa mengalami masa “nggak oke.” Dan itu wajar.
Angelina berusaha mengelola stresnya dengan lebih sehat, mendekat kepada Tuhan, banyak merenung, dan menerima kenyataan bahwa masa lalunya nggak bisa dihapus. Tapi masa depannya tetap bisa dibangun ulang. Ia butuh waktu lama, tapi akhirnya ia keluar dari masa hukuman dengan pemahaman baru tentang diri dan hidupnya.
Sekarang, Angelina memilih untuk berdamai dengan masa lalu dan menjalani hidup dengan tenang. Ia nggak menyangkal kalau dulu pernah jatuh sedalam itu. Tapi dari situ juga ia belajar, bangkit itu mungkin meski jalannya panjang.
Dari penjelasan Angelina, ia menyampaikan pesan “Kalau lagi nggak oke, itu nggak apa-apa. Semua orang bisa mengalami masa sulit. Yang penting, jangan menyerah pada hidup. Cari bantuan, cerita ke orang yang dipercaya, dan kasih waktu ke diri sendiri.
Kalau kamu atau seseorang yang kamu kenal lagi ada di fase berat seperti yang pernah dialami Angelina, kamu nggak sendirian. Ngobrol ke orang dekat, konselor, atau tenaga profesional bisa sangat membantu. ***
Caption 1:
Angelina Sondakh bilang, dulu masuk rutan hanya ditanya kesehatan fisik. Nggak ditanya stress apa nggak. Bahkan saya juga “diteriakin, disorakin” di lapas.
Caption 2:
Ada pesan dari Angelina Sondakh, “Kalau lagi nggak oke, itu nggak apa-apa. Semua orang bisa mengalami masa sulit. Yang penting, jangan menyerah pada hidup. Cari bantuan, cerita ke orang yang dipercaya, dan kasih waktu ke diri sendiri.












