Hello, Kebaya Lovers!

PERNAH nggak sih lagi capek banget, terus pulang ke rumah disambut kucing yang langsung rebahan minta dielus? Ajaibnya, capek tuh kayak turun setengahnya. Ternyata, itu bukan cuma perasaan. Ilmu pengetahuan bilang: main sama kucing emang bikin jantung kita lebih sehat.

Makanya rasanya nyesek banget waktu dengar kabar soal PJ (69) yang menendang kucing sampai mati di Lapangan Kridosono, Blora, Jawa Tengah. Alasannya? Katanya terganggu saat joging. Duh, Kebaya Lovers… kesel, sedih, campur aduk. Ganggu lari iya, tapi masa sampai nyawa melayang?

Ironisnya, di saat ada yang menyakiti, sains justru membuktikan kalau kucing itu penjaga jantung manusia.

Nggak Percaya ? Ini Risetnya

Sebuah penelitian jangka panjang dari University of Minnesota (Stroke Institute) yang dipublikasikan dalam Journal of Vascular and Interventional Neurology menemukan bahwa:

Terjemahan ringkas hasil riset:
Orang yang pernah memelihara kucing memiliki risiko meninggal akibat serangan jantung dan stroke lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah memelihara kucing.
Bahkan, risiko kematian akibat serangan jantung turun hingga sekitar 30–40%.

Sumber:
Qureshi WT, et al. Cat ownership and the risk of fatal cardiovascular diseases. Journal of Vascular and Interventional Neurology, 2009.
(Stroke Institute, University of Minnesota)

Penelitian panjang selama 20 tahun dari University of Minnesota (Stroke Institute) yang dipublikasikan dalam  Qureshi WT, et al. Cat ownership and the risk of fatal cardiovascular diseases. Journal of Vascular and Interventional Neurology, 2009 menemukan bahwa orang yang pernah memelihara kucing punya risiko meninggal karena serangan jantung dan stroke jauh lebih rendah dibanding yang nggak pernah.

Pemilik kucing punya kemungkinan hingga 40% lebih kecil mengalami serangan jantung fatal. Bukan sulap, bukan sihir. Ini soal stres yang turun, tekanan darah yang lebih stabil, dan emosi yang lebih terkontrol.

Kenapa Main Sama Kucing Bikin Jantung Lebih Sehat?

Penelitian lain dari State University of New York at Buffalo dikutip dari Allen K, Blascovich J, Mendes WB. Cardiovascular reactivity and the presence of pets. Psychosomatic Medicine, 2002 menunjukkan bahwa, aktivitas seperti membelai dan berinteraksi dengan kucing dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung, terutama saat seseorang berada dalam kondisi stres.

Main, elus, atau sekadar ngobrol sama kucing bikin tubuh menurunkan hormon stres (kortisol) dan meningkatkan oksitosin, alias hormon bahagia. Stres turun berarti  beban jantung ikut turun.

Tekanan Darah Lebih Stabil
Banyak studi menunjukkan, detak jantung dan tekanan darah langsung menurun saat seseorang membelai kucing. Bahkan, pemilik kucing cenderung punya tekanan darah istirahat yang lebih rendah.

Pemulihan Pasca Sakit Jantung Lebih Baik
Pasien yang punya hewan peliharaan tercatat punya angka harapan hidup lebih tinggi setelah serangan jantung dibanding yang hidup tanpa hewan.

Efek Purring yang Nggak Main-main

O’Healey T. The Healing Power of the Cat’s Purr. Journal of the Acoustical Society of America (reviewed in veterinary literature) menuliskan, dengkuran kucing berada di frekuensi 25–150 Hz, yang secara medis dikaitkan dengan proses penyembuhan otot, tulang, dan jaringan. Jadi kalau kamu merasa “tenang” dengar kucing mendengkur, itu bukan halu.

Dokter Decsa Medika Hertanto dari RS Dr Soetomo Surabaya juga menegaskan, ada penelitian yang menyebutkan bahwa lansia dengan hipertensi yang memelihara hewan seperti kucing bisa menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 26%.

Kenapa bisa?

“Main sama kucing bikin stres turun. Pada penderita hipertensi, stres bisa meningkatkan beban pompa jantung dan tahanan pembuluh darah. Kalau stres terkendali, tekanan darah jadi lebih stabil,”
— dr. Decsa Medika Hertanto

Bahkan ngobrol sama kucing pun ada efek positifnya, Kebaya Lovers. Tubuh kita merespons interaksi itu sebagai rasa aman.

Kucing Itu Bukan Pengganggu, Tapi Penjaga

Sedih ya… di satu sisi ada yang menganggap kucing sebagai gangguan, di sisi lain ilmu pengetahuan justru menganggap mereka sebagai “penjaga jantung” manusia.

Kucing bukan cuma peliharaan lucu buat konten.
Mereka teman sunyi, pereda stres, dan—tanpa kita sadari—penolong kesehatan mental dan fisik kita.

Jadi, Kebaya Lovers, mungkin sudah waktunya kita melihat kucing bukan dari “mengganggu atau nggak”, tapi dari nilai hidup yang mereka bawa: ketenangan, empati, dan rasa welas asih.

Karena jantung yang sehat nggak cuma soal olahraga dan makanan, tapi juga soal bagaimana kita memperlakukan makhluk lain. 

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *