• 2025-09-11
  • Vivi Putri Soewondo
  • 0

Hello Kebaya Lovers!

Masih inget sama Bu Tuti Roosdiono? Beliau ini pegiat kebaya yang selalu tampil anggun, juga dikenal sebagai politisi. Eh, ternyata Bu Tuti nggak cuma jago tampil dengan kebaya, tapi juga piawai main piano, gamelan, bahkan nari Jawa lho! 

Didikan Keras Sang Ayah

Rahasia kenapa Bu Tuti bisa menguasai banyak hal ternyata karena didikan ayahnya yang super disiplin. “Dari kecil bapak saya galak, semua anaknya harus bisa nari, nabuh gamelan, dan main piano. Nggak ada yang berani melawan,” kenang Bu Tuti sambil tertawa.

Ayahnya, Meester Soekardjo, bukan orang sembarangan. Beliau pernah jadi Direktur Pabrik Gula Tjolomadu/Tasikmadu, Direktur Padi Sentra Jakarta, hingga Direktur Bank Amerta di era Bung Karno. Jadi, nggak heran kalau anak-anaknya ditempa disiplin sejak dini.

Bahkan guru pianonya, Suster Bernadette dari Belanda, terkenal galak banget. Kalau salah pencet tuts piano, tongkat kecil langsung melayang ke tangan. Kebayang nggak deg-degannya belajar musik di zaman itu? 

Jago Nari dan Aktif di Wayang Orang

Bu Tuti juga dikenal sebagai penari Jawa handal. Dari tari Gambyong, Srimpi, Golek, sampai Bondan, semuanya bisa. Beliau pernah aktif di pentas Wayang Orang bahkan sempat tampil di Sydney Opera House, Istana Negara, hingga Paris atas undangan UNESCO. Keren banget kan? 

Tokoh wayang yang pernah diperankan juga beragam, mulai dari Srikandi, Mustokoweni, Sumbodro, Dewi Kumoratih, hingga Arimbi. Bener-bener bukti cinta beliau terhadap seni tradisional.

Tradisi Keluarga: Piano & Gamelan

Nggak cuma Bu Tuti, anak-anak dan cucunya juga diajari main piano dan nari. Katanya, ini udah jadi tradisi keluarga Roosdiono. Bahkan sekarang, Bu Tuti punya perangkat gamelan sendiri di rumah. Setiap minggu, beliau dan teman-temannya latihan gamelan bareng dengan guru yang santai dan asik, Pak Sulianto.

Ada tiga grup gamelan yang aktif latihan:

  1. Ibu Cinta Kebaya
  2. Kelompok Solo (isinya pemain gamelan yang udah jago)
  3. Keluarga Eyang Singoranu (nama keluarga besar Bu Tuti)   

Sering latihan bareng ternyata bikin mereka beberapa kali diundang tampil di berbagai acara. Bahkan pernah manggung di mall Jakarta dengan kebaya lengkap. Jadi, main gamelan sekaligus fashion show budaya! 

Harmoni, Kompak, dan Fun

Menurut Bu Tuti, main gamelan itu bukan cuma soal musik, tapi juga soal kebersamaan. Nggak ada instrumen yang boleh menonjol sendiri. Semua harus kompak biar harmoninya keluar.

Dan yang bikin seru, ternyata bisa juga mainin gamelan dengan gaya lebih kekinian. Misalnya lagu tradisional kayak Gundul-Gundul Pacul atau Serayu, dibikin beat lebih cepat, bahkan bisa dimix jadi kayak dangdutan. Jadi nggak monoton, malah bisa ngikutin tren musik hits. 

Pesan untuk Generasi Muda

Bu Tuti selalu semangat ngajak anak muda biar nggak alergi sama budaya tradisional. Katanya, kalau gamelan dibikin fun, dikemas dengan cara modern, pasti banyak anak muda yang mau belajar.

“Yang penting ada niat dulu. Dari yang awalnya nggak bisa, ternyata setelah rutin latihan, bisa main bagus. Jadi jangan minder duluan,” ujar Bu Tuti penuh semangat.

Kebaya, musik, dan tari buat Bu Tuti bukan cuma hobi, tapi cara menjaga budaya Indonesia tetap hidup. Generasi muda bisa belajar dari semangat beliau: kalau kita cinta budaya, kita bisa bikin tradisi jadi sesuatu yang keren, asik, dan relevan di zaman sekarang. Wah Kebaya Lovers, keren ya Bu Tuti. ***

Bu Tuti Roosdiono selain dikenal sebagai penari Jawa andal, pemain wayang orang dan gamelan serta dan pelestari kebaya.

Foto bersama di depan gamelan 

Sering latihan gamelan bareng ternyata bikin Bu Tuti dan temen-temennya diundang tampil di berbagai acara. 

 

Main gamelan itu bukan cuma soal musik, tapi juga soal kebersamaan. Nggak ada instrumen yang boleh menonjol sendiri, semua harus kompak biar harmoninya keluar.

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *