
Hello Kebaya Lovers!
Buat kamu yang lagi penat sama hiruk-pikuk Jakarta tapi dompet lagi tipis, ada satu tempat hidden gem yang sebenarnya udah legendaris di selatan Jakarta. Yup, di mana lagi kalau bukan Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan. Cagar budaya yang terletak di Srengseng Sawah, Jagakarsa ini belakangan makin dilirik masyarakay sebagai ruang publik alternatif buat olahraga atau sekadar refreshing.
Saat kebayastory berkunjung hari Sabtu (12/9/2026) lalu, suasananya langsung terasa hidup banget dari pagi. Mulai dari rombongan pesepeda yang lagi asyik rehat, sampai keluarga yang membawa anak-anak mereka buat foto-foto.
Menurut petugas Setu Babakan, Ahmad Dzulfikar, tempat ini emang selalu diserbu pengunjung kalau sudah masuk weekend. “Setu Babakan cukup nyaman untuk ukuran wisata yang tidak berbayar. Pengunjung bisa membawa keluarga ke sini, tinggal bawa makanan bisa menikmati danau dan rumah-rumah adat Betawi,” cerita Dzulfikar.

Wajah Baru: Peresmian Kampung Ismail Marzuki
Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai pengembangan untuk melestarikan kawasan budaya dan melindungi identitas budaya asli Jakarta. Pada Jumat (13/2/2026) lalu, Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (PBB) di Setu Babakan diresmikan dan dibuka untuk umum. Oiya, kawasan ini juga diberi nama Kampung Ismail Marzuki.
Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, dikeluarkan Peraturan Gubernur mengenai perubahan sejumlah nama jalan dan fasilitas umum menggunakan nama tokoh-tokoh pahlawan dan budayawan Betawi.
Kawasan PBB Setu Babakan sendiri terdiri dari lima zona utama, yakni:
- Kampung Muhammad Husni Thamrin
- Kampung Ismail Marzuki
- Kampung KH Noer Ali
- Kampung Abdulrahman Saleh
- Zona Embrio
Koleksi Arsitektur Rumah Adat Betawi
Area ini merupakan perpaduan keindahan danau Setu Babakan dengan bangunan rumah adat Betawi yang asri dan tenang di tengah kota. Beberapa jenis bangunan yang bisa kamu temukan di sini di antaranya:
- Rumah Kebaya (Rumah Bapang): Disebut rumah kebaya karena bentuk atapnya jika dilihat dari samping menyerupai lipatan kain kebaya. Jenis ini memiliki ciri khas tangga di area teras luas yang dinamakan balaksuji.
- Rumah Gudang: Memiliki bentuk denah persegi panjang dengan atap pelana (menyerupai bentuk pelana kuda atau perisai sederhana). Biasanya rumah ini dipakai sebagai tempat penyimpanan barang atau bahan makanan tempo dulu.
- Rumah Joglo: Bentuk rumah adat Betawi hasil pengaruh atau kombinasi dengan arsitektur tradisional Jawa.
- Rumah Khas Pesisir: Model rumah tradisional yang merepresentasikan corak masyarakat Betawi yang tinggal di daerah pantai.

Terkait fasilitas ini, petugas memberikan imbauan penting kepada para pengunjung. “Pengunjung boleh beristirahat di rumah-rumah adat tetapi harus dijaga. Jangan merusak dan jaga kebersihan,” kata Dzulfikar.
Fakta Luas Kawasan & Catatan Tim Lapangan
Perlu kamu ketahui, Setu Babakan adalah kawasan cagar budaya seluas 289 hektar yang ditetapkan sejak tahun 2000 di era Gubernur Sutiyoso. Sementara itu, danaunya sendiri memiliki luas 32 hektar yang di pinggirnya bisa dipakai untuk jogging atau jalan kaki.
Tapi, ada sedikit catatan nih dari pantauan tim kebayastory. Daya tarik di dalam area inti emang masih terbatas pada pemandangan alam dan arsitektur rumah adat. Edukasi budaya Betawi yang bersifat interaktif, seperti ruang pameran boneka Betawi atau simbol sakral pengantin seperti sepasang ‘roti buaya’, belum terlihat di area luar.


Selain itu, buat kamu si pemburu kuliner, jangan bingung ya kalau di dalam area utama nggak nemu penjual kerak telor atau bir pletok. “Daya tarik seperti kuliner khas Betawi di area ini belum ada. Yang ada di seberang danau yang dibuka warga setempat,” tambah Dzulfikar.
Tips Sebelum Berkunjung
HTM Gratis: Masuk ke area Setu Babakan ini 100% free alias gratis tis tis!
Bikin Acara Rombongan? Kalau kamu mau mengadakan kegiatan komunitas, tugas kelompok, atau gathering dengan total peserta lebih dari 10 orang, pastikan untuk meminta izin terlebih dahulu kepada petugas di lokasi ya.
Selain pengunjung keluarga, saat ini sejumlah pelajar dan mahasiswa juga terlihat mengunjungi Setu Babakan untuk memenuhi tugas sekolah/kampus.
So, tunggu apa lagi Kebaya Lovers? Yuk luangkan weekend kamu buat healing tipis-tipis sambil mengenal budaya leluhur kita di Setu Babakan!






















