
Hello Kebaya Lovers!
UDAH pernah ke Museum Kepresidenan atau yang dikenal dengan Balai Kirti di Bogor? Kalau belum sini kebayastory ceritain. Kira-kira apa ya hal menarik yang ada di sana ?
Museum Kepresidenan terletak di kawasan Istana Kepresidenan Bogor di Jalan Ir. H. Juanda No 1, Paledang, Kota Bogor. Jika kalian kesana naik commuter line, turun di Stasiun Bogor, jalan kaki hanya sekitar 600 meter sampai di museum ini.
Karena berada di area ring 1 pemerintahan, maka jangan heran kalau masuk ke sini harus melalui aturan yang cukup ketat. Kebaya Lovers tidak bisa datang on the spot seperti kebanyakan museum lainnya tetapi harus melakukan registrasi secara online melalui website museumkepresidenan.id terlebih dahulu.
Calon pengunjung harus memasukkan data pribadi dan menentukan waktu berkunjung, paling lambat 3 hari sebelumnya. Jika Kebaya Lovers akan kesana bersama rombongan, ketentuannya maksimal hanya 30 orang saja.

Pengunjung juga diwajibkan berpakaian rapih dan sopan, tidak mengenakan jeans atau pakaian terbuka tanpa lengan untuk perempuan dengan sepatu tertutup, bukan sandal. Kenapa ? Ya karena museum ini berada di lingkungan istana kepresidenan.
Untuk masuk museum kepresidenan, pengunjung tidak dipungut biaya. Nama calon pengunjung akan dikonfirmasi oleh petugas penjaga di ruang registrasi dengan menitipkan kartu identitas. Jadi kalau nama kita nggak ada dalam daftar ya nggak bisa masuk.
Calon pengunjung kemudian diantar menuju pintu masuk museum, menuliskan nama di buku tamu, kemudian menitipkan tas. Tapi jangan khawatir, pengunjung boleh membawa handphone untuk mengambil gambar atau video di area museum.
Koleksi Pribadi Presiden dan Wapres
Gagasan pendirian museum ini dicetuskan pada 2012 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tepatnya pada 18 Oktober 2014, museum ini resmi dibuka untuk umum oleh Presiden SBY, sebelum masa jabatannya berakhir.
Bangunan museum terdiri dari tiga lantai. Lantai 1 (Galeri Kebangsaan) berisi simbol-simbol negara, Naskah Proklamasi, Garuda Pancasila, pembukaan UUD 1945, Sumpah Pemuda, teks lagu Indonesia Raya, serta peta digital sejarah wilayah NKRI. Di lantai ini terdapat patung besar 6 presiden mulai Soekarno sampai SBY.

Lantai 2 (Galeri Kepresidenan) memamerkan rekam jejak, prestasi, serta koleksi pribadi dari para presiden RI yang telah paripurna (mulai dari Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono), ditambah koleksi hibahan dari beberapa wakil presiden. Di ruangan ini terdapat koleksi pakaian, dokumentasi, serta lencana penghargaan.
Donny, pemandu museum yang menemani kebayastory.com menjelaskan, lencana penghargaan yang dipajang di museum ini merupakan replika dari yang asli. “Koleksi-koleksi di museum kepresidenan ini kemungkinan akan bertambah. Masih banyak yang dalam proses, termasuk patung dan ruangan Presiden Jokowi,” kata Donny.


Sementara lantai 3 digunakan sebagai area terbuka, taman, serta ruang kepustakaan. Di ruang perpustakaan ini, pengunjung bisa melihat patung para pemimpin dan membaca buku-buku koleksinya. Seperti rak buku Presiden Soekarno. Di jalur ini Kebaya Lovers bisa membaca buku yang pernah dibaca Soekarno dalam bahasa Inggris, Belanda dan Jerman. Wah, menarik ya!
Lukisan Mata Hati Pemimpin
Kebaya Lovers, masuk ke museum kepresidenan seperti merasakan aura era kepemimpinan mereka, dari masa ke masa. Merasakan bagaimana di setiap fase presiden, terjadi peristiwa-peristiwa bersejarah sejak era Soekarno hingga SBY. Oiya, meskipun era pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah berlalu, namun space khusus belum ada dan masih dalam proses.

Satu sudut yang menarik untuk dicermati adalah lukisan kontemporer karya Jeihan Sukmantoro yang berjudul “Mata Hati Sang Pemimpin” atau Yang Mulia 6 Presiden Republik Indonesia yang berada di lantai 2. Lukisan Ukuran 300 cm x 800 cm ini dibuat pada 2014 yang menggambarkan presiden dengan mata hitam pekat berwarna hitam putih.
Lukisan ini seperti menyiratkan kehidupan dalam sebuah negara di bawah kepemimpinan seorang kepala negara yang penuh misteri. Harus mampu mengelola pemerintahan, memberikan kesejahteraan, bersikap adil dan mencintai rakyat. Sesuai dengan judul lukisan, “Mata Hati Sang Pemimpin”, kepala negara harus memiliki kepekaan atas apa yang dihadapi rakyatnya. Wah, dalam sekali ya maknanya, Kebaya Lovers!
Oiya, di ruang perpustakaan dipajang kebaya warna pink koleksi Ibu Karlina Umar Wirahadi Kusuma, istri wakil presiden era Soeharto. Sayangnya tidak ada penjelasan rinci terkait kebaya tersebut.

Oiya, Kebaya Lovers, meskipun berada di lingkungan istana kepresidenan, namun Balai Kirti berada di bawah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan dikelola oleh Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya. Nah, setelah selesai keliling museum, kalian bisa ngaso di kantin depan museum. Suasana di sini tenang, nyaman dan sejuk karena lingkungan istana kepresidenan banyak pohon. Penasaran pengen kesana? Jangan lupa registrasi dulu ya! ***
Caption foto



























