
Hello Kebaya Lovers!
KALAU sekarang kita bangga sama prestasi astronot perempuan dunia, ternyata Indonesia sudah punya “calon bintang luar angkasa” sejak lama.
Namanya Pratiwi Sudarmono, perempuan Indonesia yang nyaris mencetak sejarah sebagai astronot pertama dari Tanah Air, bahkan dari Asia.
Dan ya, ini kisah yang bikin bangga sekaligus sedikit “nyesek”.
Nyaris Terbang ke Luar Angkasa
Di tahun 1980-an, Pratiwi terpilih untuk bergabung dalam program astronot milik NASA. Disarikan dari Kompas.com dan Narasi TV, ia dijadwalkan terbang pada tahun 1986 dalam misi luar angkasa untuk:
- Membawa dan mengawal peluncuran satelit Indonesia
- Melakukan eksperimen ilmiah di orbit
Saat itu, kabar ini jadi sorotan dunia. Bahkan, ia disebut sebagai: astronot perempuan pertama dari Asia
Namun, takdir berkata lain. Tragedi Space Shuttle Challenger disaster yang meledak pada 28 Januari 1986 membuat seluruh program penerbangan dihentikan. Akibatnya, misi Pratiwi ikut batal.
Bukan Sekadar Astronot, Tapi Ilmuwan Kelas Dunia
Sebelum hampir terbang ke luar angkasa, Pratiwi sudah lebih dulu jadi sosok luar biasa di dunia sains.
- Nama lengkap: Pratiwi Pujilestari Sudarmono
- Lahir: Bandung, 31 Juli 1952
- Pendidikan:
- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
- Doktor (Ph.D.) mikrobiologi dari Osaka University, Jepang
Ia bahkan tercatat sebagai: perempuan Indonesia pertama yang meraih gelar doktor kedokteran dari Jepang
Pratiwi bukan cuma “hampir jadi astronot”, dia juga:
- Pakar mikrobiologi klinis
- Peneliti di bidang penyakit dan kesehatan
- Terlibat dalam proyek ilmiah internasional
Saat dipilih NASA, ia juga ditugaskan untuk melakukan eksperimen terkait DNA dan ilmu kehidupan di luar angkasa.
Walaupun tidak jadi terbang, pencapaiannya tetap monumental. Di era 80-an, ketika dunia sains masih sangat didominasi laki-laki, nama Pratiwi sudah ada di level global.
Sekarang Pratiwi Berkarya di Mana?
Setelah program astronotnya batal, Pratiwi tetap melanjutkan kontribusinya di dunia akademik dan kesehatan. Ia dikenal sebagai:
- Guru besar dan peneliti di bidang mikrobiologi
- Berkiprah di lingkungan Universitas Indonesia
- Aktif dalam pengembangan ilmu kesehatan dan penelitian
Meskipun tidak jadi ke luar angkasa, ia tetap “terbang tinggi” lewat ilmu pengetahuan.
Baru-baru ini, Pratiwi menjadi inspirasi film anak berjudul Pelangi di Mars yang diperankan Lutesha. Kisah Pratiwi jadi simbol, bahwa mimpi besar yang tetap berarti, meskipun belum tercapai. Dan, perempuan Indonesia bisa menembus batas global. Semoga setelah Pratiwi, akan ada nama lain asal Indonesia yang bakal jadi astronot. Aamiin! ***














