
KALAU dengar kata matematika, sebagian orang mungkin langsung mau nyerah. Tapi buat Dr. Ikha Magdalena, justru sebaliknya.
“Jujur, awalnya nggak pernah ngebayangin akan sampai ke topik yang sangat spesifik seperti gelombang laut. Ketertarikan saya bermula dari matematika itu sendiri, ada rasa penasaran setiap kali menyelesaikan suatu masalah, bahkan bisa dibilang agak “addicted”,”ungkap Ikha kepada kebayastory.com belum lama ini.
Dari “ketagihan” itulah perjalanan panjangnya dimulai—hingga akhirnya menjadi salah satu peneliti di bidang dinamika gelombang laut yang kiprahnya diakui di level internasional.
“Saya sempat mencoba beberapa topik, hingga akhirnya tertarik pada fluida dan dinamika gelombang yang cukup menantang. Ketika melihat bahwa model matematika bisa digunakan untuk memahami fenomena seperti tsunami, abrasi, hingga perlindungan pantai, saya merasa bidang ini bukan hanya menarik secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Dari situlah perjalanan ini berkembang secara natural,” papar Ikha.
Dari ITB, Menembus Dunia
Ikha menempuh pendidikan magister dan doktor di Institut Teknologi Bandung melalui program unggulan PMDSU (Program Menuju Doktor Sarjana Unggul). Meski menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu relatif cepat, ia tetap rendah hati.
“Saya bukan termasuk yang termuda, karena sejak sarjana tidak mengambil jalur percepatan,” katanya.
Kini, ia tidak hanya aktif sebagai dosen, tetapi juga dipercaya sebagai:
- Kepala Program Studi Pascasarjana Matematika (S2 & S3)
- Kepala Program Studi S2 Pengajaran Matematika
Selain itu, perannya juga meluas ke tingkat internasional:
- Sekretaris di South East Asian Mathematical Society
- Faculty Advisor di SIAM Student Chapter Indonesia
- Steering Committee di Silkroad Mathematical Society
Peran-peran ini membuatnya aktif membangun kolaborasi akademik lintas negara.

Meneliti Gelombang Laut: Dari Rumus ke Solusi Nyata
Fokus utama riset Ikha adalah dinamika gelombang laut—bidang yang punya dampak langsung bagi Indonesia sebagai negara pesisir. Seperti kita tahu, Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang ke-3 di dunia, dan lebih dari 70% penduduknya tinggal di kawasan pesisir.
“Dari fenomena yang kami kaji, kami membangun model matematika berbasis hukum fisika untuk menjelaskan apa yang terjadi,” jelasnya.
Model ini kemudian disimulasikan secara numerik untuk melihat bagaimana gelombang bergerak, berubah, hingga berinteraksi dengan lingkungan.
Salah satu temuan pentingnya adalah peran mangrove sebagai pelindung alami pantai.
“Melalui simulasi, kita bisa memprediksi seberapa besar energi gelombang yang sampai ke pantai, lalu merancang solusi yang optimal dan berkelanjutan.”

Mangrove: Solusi Alam yang Powerful
Dalam penelitiannya, Ikha menemukan fakta, mangrove bukan sekadar tanaman pesisir. Secara ilmiah, mangrove mampu:
- meredam energi gelombang
- menurunkan amplitudo gelombang
- menghambat aliran air
Ditambah lagi, mangrove:
- bisa tumbuh kembali (self-recovery)
- lebih ekonomis
- punya manfaat ekologis besar
Karena itu, mangrove menjadi bagian dari konsep hybrid coastal protection—kombinasi solusi alami dan rekayasa teknik.

Dari Indonesia ke Forum Dunia
Kiprah Dr. Ikha tidak berhenti di dalam negeri. Ia aktif mengajar, memberikan workshop, serta menjadi plenary dan keynote speaker di berbagai forum internasional.
Beberapa kampus yang pernah ia kunjungi antara lain:
- Swansea University
- University of the Philippines Diliman
- National University of Laos
- University of Colombo
- Istanbul Kultur University
Ia juga berpartisipasi sebagai plenary dan keynote speaker dalam berbagai konferensi internasional, seperti:
- Asian Mathematical Conference
- Retreat Women in Applied Mathematics
Serta berbagai kegiatan ilmiah lainnya di Thailand, India, dan kawasan ASEAN.
Topik yang ia bawakan mencakup:
- Mathematical Modelling for Environmental Problems
- Shallow Water Equations (SWE)
- Computational Fluid Dynamics (CFD)
- Numerical Methods
“Di luar negeri, diskusi lebih terbuka dan interaktif. Tapi di Indonesia, kita punya kekuatan dalam kebersamaan,” katanya.

Perempuan di Dunia Sains: Semakin Berani
Ikha juga melihat perubahan besar dalam dunia akademik.
“Saya melihat perempuan Indonesia sekarang sudah jauh lebih berani. Banyak perempuan muda yang tidak ragu memilih bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics),” katanya.
Selain itu, peluang untuk pengembangan diri juga semakin terbuka, termasuk berbagai beasiswa dan program internasional. Bahkan, ada komunitas khusus dalam society yang mendukung perempuan, seperti AWM (Association form Women in Mathematics).
Namun, menurut Ikha, kemudahan ini tetap perlu didukung dengan role model, mentorship, dan lingkungan yang mendorong rasa percaya diri.
“Keberanian itu sebenarnya sudah ada, tinggal bagaimana kita sebagai ekosistem ikut menguatkan,” ungkapnya.
Sebagai gambaran, jurusan Matematika ITB jumlah mahasiswa perempuan sudah cukup signifikan, yaitu lebih dari 45%. Di tingkat nasional melalui IndoMS juga terlihat tren serupa, dengan sekitar 54,4% anggotanya merupakan perempuan.
“Ini menunjukkan bahwa partisipasi perempuan di bidang ini terus berkembang dengan sangat baik,” tegas Ikha.

Tentang Proses dan Perjalanan
Bagi Ikha, perjalanan kariernya tidak dirancang secara kaku.
Ia menekankan pentingnya konsistensi dan keberanian untuk melangkah. “Kalian tidak harus punya semua jawaban sekarang. Yang penting berani memulai. Jangan takut untuk bermimpi besar, meskipun jalannya belum selalu jelas,” katanya.
Ikha juga membagikan tips, bahwa kita nggak harus punya semua jawaban sekarang, yang terpenting adalah berani memulai dan mengenali tujuan yang ingin diraih dalam hidup serta menjalani prosesnya dengan sungguh-sungguh.
“Tetap persisten dan konsisten. Jangan takut jatuh, karena dari situlah kita belajar dan tumbuh. Teruslah berusaha dan berdoa, karena setiap langkah kecil tidak akan ada yang sia-sia,” pesan Ikha.
Dr. Ikha Magdalena membuktikan satu hal:
Dari rasa penasaran sederhana, bisa lahir kontribusi besar—bahkan untuk melindungi jutaan orang di wilayah pesisir.
Bahwa, percaya pada diri sendiri, tetap jadi diri sendiri, dan nggak ragu mengambil kesempatan adalah langkah yang baik untuk menata masa depan yang dibangun dari keberanian hari ini.
Wahh, cerita Dr Ikha Magdalena ini sangat menginspirasi ya Kebaya Lovers! Semoga akan lahir banyak sosok akademisi dan peneliti hebat seperti Dr Ikha ya! ***















