
Hello Kebaya Story!
KABAR duka lagi-lagi datang dari jalanan Jakarta. Affan Kurniawan (21), seorang driver ojol, meninggal dunia Kamis malam (28/8/2025) setelah diduga ditabrak dan dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob waktu demo di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Affan yang cuma cari nafkah buat keluarga, malah harus jadi korban di tengah aksi mahasiswa dan masyarakat yang lagi marah besar sama DPR.
DPR Bikin Rakyat Naik Darah
Awalnya demo ini pecah gara-gara DPR bikin keputusan yang bikin publik makin kesel yakni rencana kenaikan tunjangan anggota dewan yang dinilai tidak adil bagi masyarakat yang dihimpit kesulitan ekonomi. Anggota DPR menikmati fasilitas mewah, sementara rakyat masih harus pusing mikirin harga beras yang naik, PHK di mana-mana, dan biaya hidup yang makin berat. Akhirnya mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan bawa satu tuntutan: “Bubarkan DPR!”
Pemakaman yang Bikin Nangis
Ribuan driver ojol kompak nganterin Affan ke peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Bivak. Bayangin aja, jalan menuju makam penuh sama jaket hijau. Suaranya cuma satu: lantunan takbir dan “Lailahaillallah” yang nggak berhenti.
Affan jadi simbol. Bukan cuma temen seprofesi, tapi cerminan anak muda pekerja keras yang berjuang buat keluarga. Tragis banget, dia justru harus pergi gara-gara konflik antara rakyat dan aparat.
Netizen & Tokoh Publik Ikut Geram
Lapisan masyarakat dan tokoh publik juga ikut bersuara. Yenny Wahid, aktivis sekaligus Direktur Wahid Institute, nulis gini di Instagram pribadinya:
“Ketika roda kekuasaan kehilangan arah, yang hancur adalah rakyat biasa. Kekerasan negara terhadap rakyat adalah luka bangsa. Setiap nyawa yang hilang jadi peringatan bahwa kemanusiaan harus lebih tinggi dari kekuasaan.”
Aparat Lagi-Lagi Disorot
Data dari KontraS nunjukin, sejak Januari sampai Agustus 2025 ada 58 kasus dugaan kekerasan aparat terhadap warga sipil. Dan kasus Affan ini jadi bukti kalau excessive use of force masih sering kejadian. Masyarakat pun makin kenceng nuntut: aparat seharusnya ngayomi rakyat, bukan malah bikin rakyat jadi korban.
Demokrasi Kita Lagi Ujian
Kisah Affan bikin kita sadar: demokrasi bukan cuma soal kursi di DPR atau rapat di Senayan. Demokrasi itu harusnya juga tentang jaminan keselamatan rakyat ketika bersuara.
Affan udah pergi. Tapi kepergiannya adalah pengingat pahit kalau demokrasi kita lagi dalam masalah besar. Nyawa rakyat jauh lebih berharga daripada kursi kekuasaan. Rest in peace, Affan. Ceritamu jadi luka buat bangsa, tapi juga jadi api buat rakyat untuk terus menuntut perubahan. ***














































