
Hello Kebaya Lovers!
Ada kabar membahagiakan nih. Seni tradisional Reog Ponorogo akhirnya resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO! Yup, seni yang identik dengan topeng Dadak Merak super ikonik ini kini diakui dunia dan masuk kategori In Need of Urgent Safeguarding—artinya perlu dijaga dan dilestarikan banget.
Keputusan ini diambil dalam Sidang Komite Antar Pemerintah UNESCO yang berlangsung di Paraguay (3/12/2024). Indonesia diwakili oleh Dubes Mohamad Oemar, yang menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan.
Mohamad Oemar, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO seperti dikutip dari menpan.id mengatakan, “Reog Ponorogo kini tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Ini bukan sekadar pengakuan, tapi komitmen menjaga identitas budaya kita.”
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon juga ngasih pesan khusus lewat video. Ia menyebut, pengakuan ini hasil kerja keras komunitas lokal dan pemerintah. Generasi muda harus kenal, cinta, dan jaga Reog,”
Kenapa Reog Ponorogo Sepenting Itu?
Buat yang belum pernah nonton langsung, Reog itu bukan sekadar pertunjukan seni. Di dalamnya ada kombinasi tari, musik, mitologi, dan energi luar biasa dari para penari yang membawa topeng beratnya bisa sampai 50 kg lebih!
Maknanya juga dalam banget lho. Seni ini menunjukkan keberanian, solidaritas, gotong royong dan dedikasi masyarakat Ponorogo. Dan semuanya sudah diwariskan berabad-abad. Kebayang kan betapa kuatnya tradisi ini?
Perjalanan Panjang Menuju UNESCO
Ternyata proses Reog Ponorogo diakui Unesco itu gak instan. Ada pengumpulan dokumen, penelitian, pembuatan video, pembuatan dossier, verifikasi, sampai presentasi resmi di hadapan UNESCO.
Menurut Judha Slamet Sarwo Edi, Kepala Dinas Kebudayaan Ponorogo, “Ini hasil kerja bareng seniman, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat yang terus mendukung.”
Sementara Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, yang menerima sertifikat resmi di Museum Nasional Jakarta (2/12/2025), bilang: “Pengakuan ini bukan hanya milik Ponorogo, tapi milik seluruh masyarakat Indonesia.”
Dirjen Diplomasi dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah TD Retno Astuti, mengingatkan bahwa pengakuan UNESCO bukan berarti misi selesai. “Ini awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. Kita harus menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkannya bagi masyarakat.”
Dan bener banget! Reog Ponorogo, yang kini jadi salah satu dari 14 Warisan Budaya Takbenda Indonesia, bakal terus jadi kebanggaan yang harus kita rawat.
Ayo Gen Z & Milenial, Kita Ikut Jaga Reog!
Kebaya Lovers! Sebagai anak muda, kita bisa banget ikut ngejaga Reog Ponorogo biar ga punah. Caranya?
— Nonton pertunjukannya
— Share info Reog di media sosial
— Dukung komunitas seni lokal
— Pelajari maknanya
— Jangan cuma bangga, tapi ikut lestarikan
Karena budaya keren itu gak cuma buat dilihat, tapi buat dijaga bareng-bareng. ***














































