• 2026-09-06
  • Vivi Putri Soewondo
  • 0

Hello Kebaya Lovers!

HARI ini kita berkenalan dengan Prof. Dr. Saparinah Sadli. Beliau adalah salah satu tokoh perempuan, akademisi, pejuang hak asasi manusia serta hak perempuan paling berpengaruh di Indonesia. Bu Sap, sapaan akrabnya, lahir di Tegalsari, Jawa Tengah 24 Agustus 1926. Tahun 2026 ini usianya menginjak 100 tahun.

Belum lama ini, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia memberikan apresiasi atas perjalanan panjang beliau dalam dunia psikologi, isu perempuan, hak asasi manusia, dan pemberdayaan masyarakat.

Bu Sap terlahir dari keluarga terpandang. Ayahnya adalah R.M. Soebali, Bupati Kudus pada masa kemerdekaan. Meski lahir dari keluarga priyayi berpangkat, Bu Sap memilih menggunakan privilesenya untuk membela hak-hak kelompok marjinal dan perempuan tertindas. Beliau menikah dengan Prof. Mohammad Sadli, salah satu ekonom legendaris Indonesia yang pernah menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pertambangan.

Nah, buat Kebaya Lovers yang belum tau, berikut 10 hal terpenting mengenai Saparinah Sadli yang penting untuk kalian ketahui.

Ketua Komnas Perempuan Pertama

Saparinah Sadli menjabat Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) pertama pada periode 1998–2004, yang didirikan pasca-Tragedi Mei 1998 untuk melindungi hak-hak perempuan.

Perintis Kajian Wanita di Universitas Indonesia

Bu Sap adalah pengagagas dan pendiri Program Studi Kajian Wanita di Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1990, yang menjadi tempat studi gender formal pertama di Indonesia.

Guru Besar Psikologi UI

Beliau merupakan Guru Besar Emertius di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, yang berdedikasi puluhan tahun melahirkan akademisi serta pakar psikologi multikultural dan gender.

Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998

Bu Sap terlibat aktif sebagai anggota TGPF untuk menyelidiki pelanggaran HAM dan kekerasan seksual terhadap perempuan yang terjadi selama kerusuhan Mei 1998.

Pendidikan Akademis Internasional

Meraih gelar Doktor di bidang Psikologi dari Universitas Indonesia pada tahun 1976, serta sempat mengecap pendidikan di University of Iowa, Amerika Serikat.

Pendekatan Interdisipliner dan Perspektif Gender

Dalam riset dan pengajarannya, ia mengintegrasikan pemikiran psikologi dengan perspektif pembebasan perempuan, HAM, sosial, dan budaya.

Aktivis HAM dan Kemanusiaan

Di luar dunia kampus, beliau dikenal konsisten menyuarakan isu keadilan sosial, kesetaraan gender, dan hak-hak kelompok marginal.

Penulis dan Peneliti Produktif

Menghasilkan berbagai karya tulis ilmiah dan buku, salah satu yang terkenal adalah Berbeda Tetapi Sama: Pemikiran Tentang Perempuan (2010).

Penerima Berbagai Penghargaan Internasional & Nasional

Atas pengabdiannya di bidang kemanusiaan dan gender, ia dianugerahi berbagai penghargaan, termasuk N-Peace Award (2011) atas kontribusinya pada perdamaian dan hak perempuan.

Inspirasi Lintas Generasi (Ibu Psikologi & Feminisme Indonesia)

Dikenal sebagai sosok yang hangat, tenang, namun tegas, ia dianggap sebagai pilar utama yang meletakkan dasar bagi gerakan feminisme dan kesetaraan gender modern di Indonesia.

Oiya Kebaya Lovers! Di usianya yang ke-100 tahun, Bu Saf masih memikirkan masa depan Indonesia, terutama kaum perempuan. Dalam wawancara dengan Kompas Agustus 2025 lalu, Bu Sap menegaskan bahwa perubahan dunia tidak bisa dihindari oleh perempuan terutama yang aktif bekerja. Menurutnya, mau nggak mau, perempuan Indonesia harus cerdas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Menurut saya, perempuan sekarang yang bekerja berbeda dengan perempuan dulu. Tapi yang penting, kan, bisa menyesuaikan dengan perubahan. Kalau tidak menyesuaikan, ya, tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Bu Sap, seperti dikutip dari Kompas.id, 24 Agustus 2026.

Wah sangat menginspirasi ya sepak terjang Bu Sap. Semoga kita semua, kaum perempuan Indonesia terinspirasi pemikiran beliau. ***

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *