Hello Kebaya Lovers!

TAK banyak yang tahu, Dian Errakumalasari, owner brand fashion “Oerip Indonesia” yang konsisten mengangkat wastra Nusantara, punya pemikiran panjang soal masa depan para penenun di Tanah Air. Nggak cuma sekadar menghargai karya mereka hingga mengenalkan ke seluruh penjuru dunia, Dian juga turun tangan langsung memikirkan masa depan keluarga para penenun.

Bantu Pendidikan Anak Penenun Lewat Beasiswa
Salah satu aksi nyatanya, Dian memberikan beasiswa bagi anak-anak penenun di Kabupaten Soe, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Awalnya saya melihat Intan, anak yang masih duduk di bangku SD membantu ibunya menenun agar bisa terus bersekolah,” ungkap Dian kepada kebayastory.

Dian mengaku tergugah membantu biaya pendidikan sejumlah anak penenun karena prihatin dengan kondisi ekonomi mereka. Tak terasa, Intan kini sudah duduk di bangku kuliah mengambil jurusan Teknik Komputer dan Informatika. Menurut Dian, jurusan tersebut dipilih bukan tanpa alasan, Intan ingin tenun hasil karya ibunya makin berkembang dibantu teknologi digital sehingga bisa mengubah kehidupan keluarganya jadi lebih baik.

“Saya turut bangga, Intan melihat Oerip Indonesia bisa maju, dia ingin tenun NTT bisa makin dikenal. Alhamdulillah, langkah kecil saya ini bisa membawa dampak untuk keluarga penenun,” kata Dian.

Bagi perajin lokal, sehelai kain tenun bukan sekadar karya seni, melainkan bentuk ritual, doa, dan refleksi spiritual dalam setiap helaian benangnya.

Dian menyadari bahwa pendidikan yang baik sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan para penenun. Lewat pendidikan, mereka bisa menambah pengetahuan, upgrade diri, memperluas cara pandang terhadap masa depan, hingga memiliki strategi bertahan. Terlebih lagi, perkembangan dunia digital saat ini sangat membantu memperluas networking.

“Sudah banyak cerita para penenun di pedalaman. Mereka mengaku banyak mendapatkan pelajaran dan inspirasi dari langkah yang dilakukan Oerip Indonesia yang diikuti dan memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. Ada korelasi yang erat antara tingkat pendidikan, kesejahteraan dengan keberlanjutan (sustainability) masa depan tenun di daerah asalnya,” papar Dian.

Setia pada Bahan Lokal dan Eco-Fashion
Sebagai seorang fashion designer, selain mengedepankan kualitas wastra, Dian juga menjunjung tinggi filosofi dan komitmen terhadap karya para penenun. Menghargai nilai lokal seperti penggunaan warna alam dan kapas yang tumbuh di daerah asal penenun sangat berkaitan dengan upaya penyelamatan bumi.

Meskipun ada pilihan menggunakan bahan baku benang tenun buatan Tiongkok yang bisa menekan harga, Dian mantap memilih bahan baku kapas lokal. “Bahan baku kapas lokal yang pasti ramah lingkungan karena memakai warna alam dari tumbuhan lokal. Tentu ini bisa mengurangi pencemaran pembuangan air limbah warna zat kimia,” jelas Dian.

Fasilitasi Ibadah dan Spiritual Karyawannya
Visi dan misi Dian membangun Oerip Indonesia jelas bukan sekadar dari kacamata bisnis semata. Selain memberikan perhatian pada pendidikan anak penenun, Dian juga menunjukkan kepedulian dari sisi spiritual kepada para karyawannya. Karyawan yang beragama Islam diberi kesempatan untuk berangkat Umrah, sementara karyawan Kristiani difasilitasi beribadah ke Vatikan.

Dian mengaku, nilai-nilai spiritual sangat penting dalam menjalankan bisnis Oerip Indonesia. Langkah ini ia lakukan selain sebagai penghargaan atas loyalitas karyawan, juga untuk belajar menjadi manusia yang utuh. Ia mengatakan, mungkin tak pernah ada dalam bayangan para karyawannya bisa beribadah sampai ke Mekkah atau Vatikan jika hanya dilihat dari gaji yang mereka terima. Bahkan, tabungan mereka pun belum tentu mencukupi.

“Bagi saya pendekatan spiritual bagian dari keselarasan hidup, menjadi manusia yang utuh tetap ikhlas dan menjalankan apa yang menjadi titah kita sebagai insan manusia. Tetapi cara pandang karyawan berubah, mereka menjadi loyal secara otomatis. Dengan difasilitasi dalam beribadah, menjadikan mereka semangat lagi untuk bekerja ikhlas demi kemajuan Oerip Indonesia,” urai Dian.

Dian meyakini, nilai-nilai spiritual harus ditempatkan di posisi tertinggi. Demikian juga nilai spiritual yang diyakini para penenun sangat berkaitan dengan hasil tenunannya. Menurutnya, laku dan kondisi batin penenun bisa terlihat jelas dari hasilnya.

“Contoh, perempuan penenun Dayak Iban di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat harus bermimpi dulu untuk menentukan motif tenun yang akan ditenun. Sementara penenun Bima memenun dengan berzikir di setiap tarikan napas. Hasil tenun nggak akan bagus ketika hati sang penenun lagi punya musuh atau gundah. Maka dari itu dibutuhkan kedalaman spiritual saat menenun,” jelas Dian.

Wah, Kebaya Lovers, menarik sekali ya nilai-nilai yang dijalankan Dian Oerip dalam mengembangkan bisnis fashion berbasis wastra Nusantara ini. Nggak sesederhana yang dibayangkan! Meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan keluarga penenun, menjunjung tinggi nilai spiritual, serta menghargai kekayaan lokal menjadi kunci utama kesuksesan Dian. Salut! ***

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *