• 2026-01-19
  • Vivi Putri Soewondo
  • 0

KALAU kamu pernah naik Garuda Indonesia atau kepo soal fashion yang bernyawa budaya, pasti bakal excited banget baca soal ini. Siapa sangka, seragam pramugari yang elegant banget itu bukan cuma pakaian biasa — tapi ternyata dibuat oleh desainer Indonesia sendiri, yaitu Didiet Maulana.

Seragam ini pertama kali diperkenalkan pada 14 Oktober 2019 dalam acara peluncuran resmi di Jakarta, dan kemudian dipakai perdana oleh awak kabin dalam penerbangan khusus Garuda pada pertengahan Oktober 2019, termasuk rute Jakarta–Denpasar untuk flight bertema “Tenun Flight”.

Didiet Maulana adalah desainer dan creativepreneur Indonesia yang fokus banget angkat wastra Nusantara (kain tradisional Indonesia) lewat karya fashion-nya. Ia juga pendiri brand IKAT Indonesia, yang dikenal menggabungkan tenun dan tenik tradisional Indonesia dalam fashion modern masa kini. Didiet Maulana

Waktu kecil, Didiet sendiri pernah lihat pramugari Garuda dan sempat kepikiran. “Gimana kalau aku yang bikin seragam mereka suatu hari?” Dream big, kan? Dan itu nyata terjadi,” ungkap Didiet dikutip dari Hypebeast

Seragam yang Didiet rancang diberi nama Puspa Nusantara, simbol  keindahan dan keberagaman Indonesia

 “Puspa Nusantara” Bukan Sekadar Seragam Biasa

Seragam yang Didiet rancang ini punya nama kece: Puspa Nusantara — yang artinya Bunga Nusantara, simbol dari keindahan dan keberagaman Indonesia. Ini bukan seragam sembarang. Dia tuh menggabungkan unsur tradisional dengan fungsi modern — karena ya, pramugari mesti tetap nyaman dan profesional di atas pesawat,” ujar Didit seperti dilansir ANTARA News

Angkat Kebaya dan Tenun Ikat

Didiet mengangkat model kebaya Kartini yang dimodifikasi jadi lebih praktis buat kerja tapi tetap anggun banget, subtle heritage vibes. Kebaya anggun ini dimodifikasi dengan motif tenun ikat floral yang jadi bahan utama rok, berasal dari kain tradisional Bali yang mewakili ragam budaya Nusantara.

Pakaian ini mendapat sentuhan senteng Bali di bagian pinggang sebagai belt yang stylish sekaligus meaningful, lengan yang terinspirasi dari kepak sayap Garuda, dan dominasi warna ungu yang elegan, tetapi tetap lembut dan punya kesan klasik Indonesia banget. 

Didiet juga bikin versi male crew yang nggak kalah keren,  terinspirasi dari beskap Jawa, lengkap dengan detail tenun di bagian saku dan kerah. Itu bikin look-nya classy tapi tetep lautan budaya Indonesia banget.

Didiet mengangkat model kebaya Kartini yang dimodifikasi dengan motif tenun ikat floral yang jadi bahan utama rok, berasal dari kain tradisional Bali yang mewakili ragam budaya Nusantara

Menurut Didiet, desain ini terinspirasi dari keindahan tenun Nusantara dan juga cita-cita untuk “membawa Indonesia ke dunia lewat fashion.”

“Aku pengen seragam ini nggak cuma tampil cantik, tapi juga punya cerita tentang Indonesia. Biar dunia bisa lihat seberapa kerennya warisan budaya kita — bukan cuma batik, tapi juga tenun dan kebaya modern kita,” katanya seperti dikutip dari Casa Indonesia

Dia nggak cuma mikirin estetika tapi juga fungsi. Misalnya, lengan yang punya inspirasi dari sayap Garuda tetap dirancang supaya gak ganggu kerja pramugari saat melayani penumpang, bahkan saat situasi darurat sekalipun! 

Gaya Didiet ini tuh keren banget karena gak cuma fashion buat keren-kerenan tapi juga punya storytelling budaya. Ini menunjukkan kalau fashion Indonesia bisa berdiri sejajar di panggung global. Bikin kebaya dan tenun tampil lebih modern tanpa kehilangan soul-nya. ***

 

 

 

 

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *