• 2026-05-28
  • Vivi Putri Soewondo
  • 0

Hello Kebaya Lovers!

KEBAYA lovers tau nggak, ada pameran seni internasional sekelas Asia Tenggara yang baru-baru ini diadakan di Jakarta bertajuk  Art Jakarta Gardens. Pameran ini  merupakan event tahunan yang menampilkan hasil karya  seniman dari  Asia. Karya yang ditampilkan mengusung tema Southeast Asian untuk berbagai seni kontemporer. 

Acara ini mengkolaborasikan 26 galeri seni menjadi sebuah pameran yang menggabungkan konsep outdoor dan indoor. Tema visual dibuat untuk mengikuti lingkungan tempat pameran ini diadakan, yaitu Jakarta, tepatnya Hutan Pelataran GBK dengan tema Tropical. Selain pameran seni, Art Jakarta Gardens juga menampilkan berbagai pertunjukan musik, mulai dari suara ambiens dan keras dari Pelteras, irama pop dari The Cottons, hingga alunan nada timur tengah dari Ali. Semua elemen tersebut digabungkan dalam suatu acara yang tidak hanya mengusung seni visual, tetapi juga seni musik yang luas. 

Hutan Kota by Plataran GBK

Acara ini dilaksanakan berkat kerja keras dari banyak orang dibalik layar. Tom Tandio merupakan nama yang berjasa dalam berjalannya acara ini. Dikenal sebagai kolektor serta penggerak seni kontemporer di Indonesia, nama Tom Tandio mulai dikenal sejak acara Art Jakarta 2018, dimana beliau menjadi Fair Director dalam acara tersebut hingga event Art Jakarta tahun ini. Selain menggaet pihak dari Indonesia, Art Jakarta 2026 juga bekerja sama dengan Gil Schneider, seorang ahli seni yang sudah lama berkecimpung di dunia seni. 

Schneider telah menjadi art director dari berbagai acara seni seperti Art Stage Singapore sejak 2012. Pada event Art Jakarta tahun ini, ia berperan sebagai Fair Consultant untuk acara tersebut. Selain kedua nama diatas, masih banyak kepala yang berperan dalam terlaksanakannya acara Art Jakarta 2026 yang patut mendapatkan apresiasi akan kerja mereka. 

Pintu masuk Art Jakarta 2026

Karya-karya yang dipamerkan pada Art Jakarta 2026 berasal dari berbagai seniman kontemporer ternama, seperti Nyoman Nuarta, Adi Gunawan, Naufal Abshar, dan banyak nama nama lainnya. Salah satu karya yang cukup menarik dibahas adalah hasil dari Naufal Abshar, dengan karya patung astronot yang diberi judul “The Space Boy”. 

Layout pameran Art Jakarta 2026

Patung berbahan plastik fiber berukuran 190 x 90.5 x 85.5 cm itu menyatukan batas antara karya lukis dua dimensi dengan seni patung tiga dimensi dalam satu karya. Gaya seni kritik sosial yang dipadukan dengan humor khas Naufal dapat dilihat pada karya ini jika diperhatikan dengan teliti. Pemilihan seorang astronot sebagai karakter utama dalam karya ini menyiratkan sosok yang terasingkan dalam kehidupan sosial, seperti bagaimana seorang astronot yang terisolasi di luar angkasa. 

Karakter astronot digambarkan memegang sebuah koran dengan berbagai tulisan seperti Never Give Up dan Need More Trust. Isi dari koran yang dipegang oleh astronot ini menggambarkan ironi dalam kehidupan masyarakat, dimana seseorang yang terisolasi secara sosial mendapatkan sebuah pesan motivasi untuk tetap berjuang. Keseluruhan gaya dari karya ini dibalut dengan warna pastel yang terang dan halus untuk menutupi pesan dari karya yang cukup dalam. Nggak nyangka ya Kebaya Lovers, sebuah patung yang terlihat simpel punya pesan yang dalam. 

The Space Boy karya Naufal Abshar

Secara keseluruhan, Art Jakarta 2026 ini dibalut dengan suasana yang cukup mudah dinikmati oleh khalayak umum. Penggabungan antara pameran outdoor dan indoor membuat suasana santai menyelimuti  pameran ini ketika kalian menikmatinya. Suasana dari Hutan Pelataran tempat Art Jakarta 2026 ini diadakan pun mendukung konsep dari acara ini yang bernuansa tropikal dengan banyaknya ruang hijau yang ada. 

Paduan karya seni rupa dengan visual lighting

Selain pameran seni, acara ini juga menampilkan berbagai penampilan musik yang beragam namun melengkapi suasana dari acara tersebut. Event ini diadakan secara rutin tiap tahun, jadi buat Kebaya Kovers yang belum berkesempatan datang menikmati pameran ini, bisa menantikan acara ini di tahun tahun berikutnya. ***

(Laporan dan Foto: M. Taufiq Rovyansyah)   

 

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *