• 2026-05-27
  • Vivi Putri Soewondo
  • 0

Hello Kebaya Lovers!

KALAU Kebaya Lovers mendengar kata Arab, apa yang ada di benak kalian? Pemandangan gurun pasir, unta, atau terputar bunyi bunyian musik khas Arab yang ikonik. Kenalin nih, Ali Radio, supergroup asal Jakarta yang beranggotakan Arswandaru pada bass, John Paul Patton pada drum, serta Absar Lebeh pada gitar. 

Track record dari masing masing personil Ali Radio ini nggak main-main  loh. Arswandaru adalah seorang ilustrator, graphic designer, serta musisi yang sudah lama memiliki nama di industri kreatif Indonesia. Funfactnya, Arswandaru pernah menjadi sketch illustrator untuk buku paket SD loh. Jadi, kemungkinan kalian pernah melihat karyanya tanpa kalian sadari. 

Gitaris Ali Radio, Absar Lebeh bukan sembarang gitaris. Selain bermain gitar untuk Ali, dia juga bermain di dua ternama band Tanah Air, yaitu The Sigit dan juga Mooner. Yang terakhir, John Paul Patton, atau yang biasa dipanggil Coki, Selain menjadi drummer untuk Ali, dengan musiknya yang santai dan bisa membuat orang berjoget secara tidak sadar, dia juga bisa membuat orang moshing dan crowd surf dengan lagu lagunya dengan Kelompok Penerbang Roket yang liar dan energetik. Nggak heran ya kalau Ali bisa menghasilkan karya yang sangat unik, dari personilnya aja udah pada unik-unik, Hihihi 

Rilis Single Dance Habibi Pada 2021

Perjalanan bermusik Ali dimulai pada tahun 2021 saat Arswandaru dan Coki diajak pemain bass Elephant Kind,  Kevin Septanto.  Pada awalnya, materi musik dari mereka bertiga sangat jauh dari suara Ali yang sekarang. Namun karena Arswandaru sempat menjadi additional bassist untuk band Mooner, pengaruh dari notasi nada musik padang pasir mulai merambah saat mereka bertiga sedang melakukan sesi jamming.

Akhirnya mereka memutuskan untuk menetapkan arah dari musik mereka. Pada tahun yang sama, mereka merilis single pertama mereka, yaitu “Dance Habibi”. Kemudian pada tahun 2022 mereka melanjutkan sepak terjangnya dengan merilis single “Downtown Strut”. Pada Tahun 2023, Kevin digantikan oleh Absar karena kesibukannya dengan Elephant Kind. Tahun itu pun mereka merilis debut album yang bertajuk “Malaka”.

Karena berasal dari personil yang sudah memiliki pengalaman bermain di berbagai jenis panggung dalam negeri, Ali merasa bahwa melakukan tur luar negeri menjadi jalan yang patut  mereka jajal. Berkat kenalan dari Arswandaru yang berperan layaknya supir yang memilih jalur yang akan ditempuh menuju suatu tujuan, mereka pun mengadakan tur Australia pada Februari 2023. Dengan ini dimulailah perjalanan Ali dalam mengumandangkan musik bernuansa Arab dengan gaya funk, disco, dan psychedelic. Wah keren ya, Kebaya Lovers. Bikin bangga aja nih Ali! 

Melanglang Buana

Berbagai belahan dunia mereka datangi dengan membawa musik mereka yang  unik di tengah maraknya genre musik modern dan kekinian. Kelompok Ali pun mulai punya banyak fans di luar negeri. Mulai dari Australia, Asia, hingga Eropa. Karena itu pun nama Ali mulai dikenal, bukan hanya di skena musik lokal, tetapi internasional. Namun tur luar negeri yang secara rutin tentu bukan datang tanpa kendala. 

Penampilan dari Ali di Art Jakarta 2026” Foto: M. Taufiq Rovyansyah

Dari cerita Arswandaru, saat melakukan tur Eropa di Paris, mencari parkiran menjadi kendala yang lumayan bikin kepala  pusing. Karena mereka membawa van dengan ukuran yang besar, mencari lahan parkir yang muat pun sulit. Akhirnya, mereka memutuskan untuk memarkirkan van mereka di depan sebuah restoran yang sudah tutup, padahal ada rambu dilarang parkir di depannya. Agar tidak ketahuan, “kucing-kucingan” dengan memindahkan van itu sebelum restoran tersebut buka. Nekat banget ya mereka! 

Tak hanya di luar negeri ternyata fans Ali di Indonesia juga banyak, mungkin karena irama musik yang dibawakan kini kembali menjadi trend karena unik. Terbukti saat Ali Radio tampil di  acara pameran seni Art Jakarta yang pada 10 Mei 2026 di Hutan Kota GBK, seribuan penonton tampak asyik bergoyang menikmati sajian musik berkualitas dari trio keren ini. Malam itu Ali Radio membawakan 10 lagu antara lain Dance Habibi, dan Abyadh Aswad.

“Kami senang bisa dekat dengan penonton dengan konsep panggung yang intimate,” kata Aswandaru disambut tepuk tangan meriah penonton.  Wah, Jadi nggak sabar nunggu konser Ali berikutnya! 

Tahun ini mereka merilis album baru “Tirakat (Habibi Funk 034)”, bekerja sama dengan record label ternama asal Jerman yang menerbitkan ulang musik bergenre funk, soul, dan jazz dari dunia Arab dari tahun 1960 sampai1980-an. 

Mereka juga bekerja sama dengan produser asal Lebanon, Charif Megarbane yang terkenal akan karyanya dalam musik bergenre serupa. Album berdurasi 41 menit dengan 13 lagu itu sudah dapat kalian nikmati di platform musik digital pilihan kalian. Bangga ya ada musisi dalam negeri yang menciptakan trend musik unik hingga menembus mancanegara. Bravo Ali Radio! *** 

(Laporan M. Taufiq Rovyansyah / Elv)

 

 

 

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *