• 2026-06-28
  • Vivi Putri Soewondo
  • 0

Hello Kebaya Lovers!

ADA kabar membanggakan dari Paris, Prancis. Indonesia resmi terpilih menjadi anggota Komite Antarpemerintah untuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026–2030.

Mungkin terdengar formal dan rumit. Tapi sebenarnya, pencapaian ini sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, terutama bagi siapa saja yang peduli terhadap budaya Indonesia, termasuk kebaya yang kini semakin dikenal dunia.

Apa Artinya Buat Indonesia?

Bayangkan ada sebuah “tim inti” yang bertugas menjaga dan menentukan arah pelestarian budaya dunia.

Dikutip dari kemlu.go.id, Indonesia kini menjadi salah satu dari hanya 24 negara yang dipercaya duduk dalam komite tersebut. Padahal ada 185 negara yang menjadi anggota Konvensi Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Dalam pemilihan yang berlangsung di Markas Besar UNESCO, Paris, Indonesia berhasil mengungguli persaingan ketat di kawasan Asia-Pasifik bersama Jepang, Filipina, dan Kamboja.

Ini bukan sekadar kemenangan diplomasi, tetapi juga pengakuan dunia terhadap komitmen Indonesia dalam menjaga warisan budaya.

Kenapa Ini Penting?

Kebaya Lovers pasti tahu bahwa budaya bukan hanya soal masa lalu. Budaya adalah identitas, cerita, dan nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Mulai dari kebaya, batik, wayang, angklung, tari tradisional, hingga berbagai tradisi lokal yang hidup di seluruh Nusantara merupakan bagian dari warisan budaya takbenda yang harus dijaga.

Sebagai anggota komite, Indonesia akan ikut menentukan berbagai kebijakan global terkait pelestarian budaya dunia.

Termasuk memberikan penilaian terhadap usulan warisan budaya yang akan masuk ke daftar UNESCO.

Keren, kan?

Kesempatan Membawa Suara Indonesia ke Dunia

Duta Besar RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar, menyebut kepercayaan ini sebagai amanah besar.

Indonesia berkomitmen untuk mendorong pelestarian budaya yang lebih inklusif dan memperkuat peran komunitas lokal sebagai penjaga utama tradisi.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa.

Menurutnya, posisi strategis ini akan dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang dalam pelestarian budaya.

Dengan kata lain, Indonesia tidak hanya menjaga budayanya sendiri, tetapi juga ikut memperjuangkan agar budaya-budaya lokal di berbagai belahan dunia tetap dihargai dan dilestarikan.

Saatnya Bangga dengan Budaya Sendiri

Bagi Kebaya Lovers, kabar ini menjadi pengingat bahwa budaya Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global.

Ketika dunia mulai melihat nilai penting dari tradisi, kain, tarian, bahasa, dan berbagai kearifan lokal, kita sebagai generasi penerus juga punya peran untuk ikut menjaganya.

Mulai dari hal sederhana seperti mengenakan kebaya, mempelajari sejarah budaya, mendukung perajin lokal, hingga membagikan cerita budaya Indonesia melalui media sosial.

Karena pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah atau UNESCO.

Pelestarian budaya dimulai dari kita.

Dan kini, dengan Indonesia yang duduk di salah satu kursi paling strategis di UNESCO, harapan agar budaya Nusantara semakin dikenal dunia terasa semakin nyata. ***

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *