• 2026-09-19
  • admin
  • 0

Hello Kebaya Lovers!

KABAR hilangnya lima jurnalis foto dan tiga awak kapal cepat Arupadhatu 1 di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau berakhir duka. Hingga hari ke-10, mereka belum diketemukan.

Mereka adalah jurnalis ANTARA M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Merdeka Ari Basuki (52), jurnalis iNews Yudhis (43), Daus (42), jurnalis Anadolu, serta jurnalis lepas Donal Husni (51). Tiga lainnya adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto (49) yang merupakan pemandu perjalanan.

Akhirnya, operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau resmi dihentikan, Kamis (17/9/2026). Selama 10 hari pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan itu beserta kapalnya.

Seperti dikutip dari BBC News Indonesia, Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan penghentian operasi pencarian sudah dilakukan sesuai prosedur, setelah masa pencarian tujuh hari dan perpanjangan tiga hari namun tidak membuahkan hasil.

Lima jurnalis bersama tiga kru kapal tersebut hilang kontak sejak Senin (7/9/2026), dalam perjalanan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pencarian Selama 10 Hari

Rombongan berangkat untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, perjalanan jurnalistik tersebut berubah menjadi kabar kehilangan yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan komunitas pers.

Selama 10 hari, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan berbagai upaya. Pencarian dilakukan melalui jalur laut, udara, maupun wilayah pesisir yang diperkirakan berkaitan dengan lokasi terakhir kapal.

Wilayah pencarian juga diperluas karena hingga beberapa hari setelah hilang kontak belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Setelah tujuh hari pencarian, operasi kemudian diperpanjang selama tiga hari. Namun sampai hari terakhir pencarian, belum ditemukan petunjuk yang dapat memastikan keberadaan Arupadhatu 1 dan seluruh penumpangnya.

Penghentian operasi SAR dilakukan setelah masa pencarian sesuai prosedur berakhir. Meski operasi resmi dihentikan, informasi baru mengenai keberadaan rombongan tetap dapat menjadi dasar untuk membuka kembali pencarian.

Ketika Tugas Membawa Mereka ke Tengah Laut
Lima jurnalis tersebut berada di lapangan untuk menjalankan tugas jurnalistik. Mereka hendak mendokumentasikan dan menyampaikan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat.

Bagi seorang jurnalis, tugas peliputan terkadang membawa mereka ke berbagai tempat dan situasi yang tidak mudah. Mereka berada di lapangan untuk mendapatkan informasi secara langsung, merekam peristiwa, mengambil gambar, serta menghadirkan fakta kepada publik.

Namun kali ini, perjalanan tersebut berakhir menjadi sebuah kehilangan.

Sepuluh hari pencarian telah berlalu. Kapal Arupadhatu 1 belum ditemukan. Lima jurnalis dan tiga awak kapal juga belum diketahui keberadaannya.
Di tengah penghentian operasi SAR, keluarga dan rekan-rekan mereka masih menanti kabar. Harapan pun tetap ada apabila suatu saat ditemukan petunjuk baru mengenai keberadaan mereka.

Semoga keluarga yang menanti diberi kekuatan. Semoga keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut suatu hari dapat diketahui, dan pengabdian mereka dalam menjalankan tugas di tengah laut tidak pernah dilupakan. ***

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *