Hello Kebaya Lovers!

KALAU denger kata Gramedia, yang kebayang  adalah toko buku, rak-rak tinggi, suasana tenang, lalu pulang. Tapi Gramedia Jalma di Blok M beda cerita. Ini bukan sekadar tempat beli buku tapi ruang hidup, ruang main, ruang mikir, dan ruang estetik buat generasi yang doyan baca sekaligus doyan nongkrong.

Begitu masuk, rasanya bukan lagi “ke toko buku”, tapi masuk ke ekosistem gaya hidup anak muda yang literat.

Jalma Itu Apa, Sih?

“Jalma” berasal dari bahasa Sunda yang berarti manusia. Nama ini bukan sekadar branding keren, tapi jadi filosofi utama. Gramedia Jalma diciptakan sebagai ruang untuk manusia — tempat belajar, berinteraksi, berekspresi, dan tumbuh.

Di sini, buku bukan cuma barang dagangan, tapi bagian dari keseharian. Membaca bukan aktivitas sunyi, tapi gaya hidup. Yang paling terasa dari Gramedia Jalma adalah konsepnya yang terbuka dan hangat. Nggak ada kesan kaku. Kamu bebas duduk, buka buku, baca pelan-pelan, atau sekadar scroll kamera buat cari angle foto.

Interiornya modern, dominan kayu dan warna-warna earthy, dengan pencahayaan natural yang bikin betah berlama-lama. Estetik, tapi nggak mengintimidasi.

Spot di Dalamnya Ada Apa Aja? 

  • Zona Buku yang Kurated
    Buku-bukunya nggak asal dijejer. Ada kurasi tema: sastra, self-improvement, seni, budaya, isu sosial, sampai buku-buku yang lagi rame dibicarakan anak muda.
  • Area Baca Santai
    Ini favorit banyak pengunjung. Kursi nyaman, sudut-sudut tenang, dan vibe “baca tanpa dikejar waktu”. Datang sendiri oke, ramean juga nggak aneh.
  • Spot Estetik Buat Foto
    Yes, ini penting. Banyak anak muda datang bukan cuma buat beli buku, tapi juga foto estetik. Rak buku, tangga, sudut baca, semuanya Instagramable tanpa harus berisik.
  • Kafe di Dalam Gramedia Jalma
    Mau baca sambil ngopi? Bisa.
    Kafe di dalam Jalma bikin pengalaman baca jadi lengkap: buku, kopi, dan waktu yang melambat.

 

Tempat Nongkrong Anak Muda yang Suka Buku

Nggak heran kalau Gramedia Jalma cepat jadi spot favorit anak muda Blok M. Datang sore, pulang malam. Ada yang serius baca, ada yang diskusi, ada juga yang cuma ingin suasana tenang di tengah hiruk-pikuk Jakarta.

Ini semacam jawaban buat generasi yang:

  • capek sama tempat nongkrong yang terlalu bising,
  • pengin ruang publik yang meaningful,
  • tapi tetap estetik dan relevan.

Gramedia Jalma menempati bangunan lama di kawasan Blok M yang direvitalisasi jadi ruang modern bertingkat dengan konsep terbuka. Luas, lega, dan dirancang supaya orang bisa bergerak bebas tanpa merasa “harus beli”.

Transformasinya terasa banget: dari gedung lama menjadi ruang budaya urban.

Gramedia Jalma bukan cuma soal jualan buku tapi kombinasi dari merayakan membaca sebagai gaya hidup, menyediakan ruang aman untuk berpikir dan berdialog, dan membuktikan bahwa literasi bisa tampil keren, santai, dan relevan.

Buat kamu yang percaya bahwa membaca itu bukan aktivitas kuno, Gramedia Jalma adalah rumah baru. Nah, kalau Kebaya Lovers penasaran buruan kesana. Sendirian oke, ajak keluarga atau temen lebih oke lagi. Baca buku itu keren lho Kebaya Lovers, bukan cuma nambah ilmu tapi juga merangsang daya kritis kita. ***

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *