
Hello Kebaya Lovers!
TIAP awal tahun, kita lihat lampion merah, barongsai, angpao, dan ucapan “Gong Xi Fa Cai” berseliweran di mana-mana. Tapi pernah nggak sih kita berhenti sebentar dan mikir: sejak kapan Imlek dirayakan bebas di Indonesia? Dan siapa yang bikin itu bisa terjadi? Padahal dulu Imlek nggak bisa dirayakan secara bebas.
Tahun Baru Imlek adalah perayaan tahun baru dalam kalender Tionghoa (Lunar). Perayaan ini sudah ada ribuan tahun lalu di Tiongkok dan menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Tapi di Indonesia, sejarahnya nggak selalu manis. Pada masa pemerintahan Soeharto, ekspresi budaya Tionghoa di ruang publik dibatasi. Perayaan Imlek tidak boleh dilakukan secara terbuka. Identitas dan budaya Tionghoa ditekan cukup lama. Baru setelah era Reformasi, angin segar datang.
Gus Dur dan Titik Balik Sejarah Imlek
Tokoh penting di balik kebebasan perayaan Imlek di Indonesia adalah Abdurrahman Wahid atau yang akrab kita kenal sebagai Gus Dur. Dikutip dari mpr.go.id, pada tahun 2000, saat menjadi Presiden, Gus Dur mencabut larangan perayaan budaya Tionghoa melalui kebijakan yang membuka kembali ruang ekspresi budaya. Sejak saat itu, Imlek boleh dirayakan secara terbuka.
Kemudian pada 2002, Presiden Megawati Soekarnoputri menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional. Dan sejak 2003, masyarakat Indonesia bisa merayakan Imlek secara resmi dan terbuka.
Jadi kalau hari ini kita bisa menikmati barongsai di mal, lampion di jalan, dan libur nasional, itu nggak lepas dari keberanian Gus Dur merangkul keberagaman.
Sebenarnya Imlek Itu Merayakan Apa?
Banyak yang ngirain Imlek cuma soal angpao. Padahal maknanya jauh lebih dalam. Tahun Baru Imlek menandai:
· Pergantian tahun dalam kalender lunar
· Awal musim semi (di tradisi Tiongkok)
· Harapan baru
· Rezeki dan keberuntungan
· Kumpul keluarga
Imlek identik dengan momen reuni keluarga. Biasanya ada makan malam bersama (reunion dinner), membersihkan rumah sebagai simbol membuang energi buruk, dan berbagi angpao sebagai doa serta harapan baik. Warna merah yang mendominasi melambangkan keberuntungan dan perlindungan dari hal buruk.
Makna Imlek Tahun Ini
Setiap tahun dalam kalender Tionghoa punya shio dan elemen berbeda. Tahun ini dimaknai sebagai tahun yang membawa energi pembaruan, refleksi, dan perencanaan ulang hidup. Buat banyak orang, Imlek bukan cuma soal perayaan, tapi juga:
· Evaluasi diri
· Memulai lembaran baru
· Memperbaiki hubungan
· Menata ulang rezeki dan usaha
· Dan yang paling penting: memperkuat keluarga.
Imlek dan Indonesia Hari Ini
Yang indah dari Imlek di Indonesia sekarang adalah: bukan cuma dirayakan oleh warga Tionghoa. Banyak masyarakat lintas suku dan agama ikut merayakan, saling mengucapkan selamat, bahkan menikmati suasana festivenya bersama. Itulah Indonesia.
Imlek bukan cuma soal budaya Tionghoa, tapi juga soal keberagaman yang akhirnya diakui dan dirayakan bersama. Dan mungkin, di situlah makna terdalamnya.
Nah, Kebaya Lovers! Biasanya kalau Imlek suka ujan sepanjang hari ya. Maknanya ya semakin deras hujan, rejeki semakin deras.***

































