• 2026-10-15
  • Elvy Yusanti
  • 0

Hello Kebaya Lovers!

KABAR duka datang dari dunia kecantikan Indonesia. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group sekaligus sosok di balik merek kosmetik lokal Sariayu, meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta, dalam usia 89 tahun. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan industri kecantikan Tanah Air. Jenazahnya dijadwalkan dimakamkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.

Jauh sebelum tren skincare modern berkembang seperti sekarang, nama Martha Tilaar telah dikenal sebagai salah satu pelopor industri kecantikan Indonesia. Ia menghadirkan terobosan dengan mengembangkan produk kosmetik lokal yang mengangkat kekayaan alam dan bahan-bahan alami Nusantara.

Martha memadukan seni perawatan kecantikan tradisional dengan ilmu kosmetik modern. Perpaduan tersebut diwujudkan melalui beragam produk, mulai dari perawatan kulit, riasan wajah, hingga perawatan tubuh yang mengangkat potensi bahan alami Indonesia.
Perempuan kelahiran Kebumen, 4 September 1937, ini dikenal sebagai sosok yang gigih, ulet, dan inovatif. Ia berupaya membangun produk kecantikan lokal yang mampu bersaing dan diterima masyarakat Indonesia.

Mengutip situs resmi Martha Tilaar Group, perjalanan bisnisnya dimulai pada 1970. Saat itu, ia membuka salon kecantikan sederhana di sebuah garasi berukuran 4 x 6 meter di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dari tempat sederhana inilah, sebuah perjalanan panjang dalam industri kecantikan Indonesia dimulai.

Usahanya berkembang. Setelah mendapatkan pelanggan, Martha memperluas bisnis salon dan mengembangkan layanan kecantikan yang memadukan pengetahuan modern dengan tradisi perawatan berbasis tanaman herbal. Perjalanan tersebut menjadi fondasi bagi lahirnya bisnis kecantikan Martha Tilaar.

Lebih dari lima dekade kemudian, usaha yang berawal dari salon kecil itu berkembang menjadi kelompok bisnis yang bergerak di berbagai bidang. Tidak hanya layanan salon, Martha Tilaar Group juga menghadirkan beragam produk perawatan kulit dan riasan wajah yang mengangkat kekayaan alam serta kearifan lokal Indonesia.

Beberapa merek yang dikembangkan dalam perjalanan bisnisnya antara lain Sariayu, Biokos, Caring Colours, Belia, dan PAC (Professional Artist Cosmetics).

Businesswoman Bertangan Dingin

Perjalanan Martha Tilaar tidak berhenti pada bisnis salon. Ia memiliki visi untuk mengembangkan industri kosmetik Indonesia melalui perusahaan yang mampu memproduksi produk berkualitas sekaligus mengangkat potensi bahan alami Nusantara.

Pada 1981, Martha Tilaar bersama (alm.) Pranata Bernard dan Theresa Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto. Perusahaan ini kemudian membangun pabrik modern pertamanya di Jalan Pulo Ayang No. 3, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta, yang memproduksi kosmetik dan obat herbal dengan merek Sariayu-Martha Tilaar.

Perkembangan bisnis berlanjut. Pada 1986, PT Martina Berto mendirikan pabrik modern kedua di Jalan Pulo Kambing, Kawasan Industri Pulogadung. Mengutip informasi dalam situs resmi Martha Tilaar Group, perjalanan bisnis perusahaan terus mencatatkan perkembangan penting sepanjang dekade berikutnya.

Pada periode 1988–1990, PT Martina Berto mengembangkan sejumlah merek kosmetik baru, di antaranya Cempaka, Jamu Martina, Pesona, Biokos Martha Tilaar, Caring Colours Martha Tilaar, dan Belia Martha Tilaar.

Pada 1996, PT Martina Berto menjadi perusahaan kosmetik pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat mutu ISO 9001. Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas produk dan proses produksinya. Pada 1999, Martha Tilaar Group membeli saham PT Martina Berto yang sebelumnya sebagian dimiliki oleh Kalbe Group. Setelah transaksi tersebut, PT Martina Berto sepenuhnya berada di bawah manajemen Martha Tilaar Group.

Memasuki tahun 2000, PT Martina Berto memperoleh sertifikat ISO 14001 yang berkaitan dengan sistem manajemen lingkungan. Sementara itu, sepanjang periode 2001–2009, perusahaan terus mengembangkan merek-merek baru untuk menjangkau segmen pasar yang berbeda, termasuk Professional Artist Cosmetics (PAC), Dewi Sri Spa, dan Jamu Garden.

Perkembangan tersebut menunjukkan upaya Martha Tilaar membangun bisnis kecantikan yang tidak hanya mengandalkan satu merek, tetapi juga menjangkau berbagai kebutuhan konsumen.

Pada 2011, PT Martina Berto resmi melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Pada tahun yang sama, perusahaan tersebut juga terpilih sebagai salah satu dari 55 perusahaan dunia yang menjadi anggota Global Compact LEAD Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Davos, Swiss.

Raih Pengakuan Nasional dan Internasional

Kerja keras Martha Tilaar dalam mengembangkan industri kecantikan berbasis potensi lokal turut mengantarkan perusahaannya meraih berbagai penghargaan.
Pada 2012, PT Martina Berto Tbk menerima penghargaan Pioneer in Technology dari Kementerian Perindustrian. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada tahun yang sama, perusahaan ini juga menerima penghargaan dalam ajang Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2012 untuk kategori Green Leadership.
Prestasi perusahaan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. PT Martina Berto Tbk tercatat menerima Corporate Image Award 2013, serta penghargaan 1st Outstanding Corporate Innovation Award pada 2014.

Pada 2016, perusahaan kembali memperoleh sejumlah pengakuan, di antaranya Sustainable Business Award, Anugerah Abyudaya, dan Family Business Award dalam kategori Building Family Reputation.

Berbagai penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam mengembangkan industri kosmetik, inovasi produk, dan bisnis yang mengangkat potensi lokal.

Bintang Budaya Parama Dharma untuk Martha Tilaar

Di antara berbagai pencapaian tersebut, ada penghargaan penting yang diterima Martha Tilaar secara pribadi dari negara. Pada 2016, Presiden Joko Widodo menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada Martha Tilaar. Penganugerahan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 66/TK Tahun 2016.

Berdasarkan catatan Sekretariat Negara, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas jasa seseorang dalam bidang kebudayaan. Penerimanya dinilai berjasa besar dalam meningkatkan kebudayaan bangsa dan negara, termasuk melalui pengabdian di bidang kesenian, nilai-nilai tradisional, dan kearifan lokal yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi Martha Tilaar, penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprahnya dalam mengembangkan produk kecantikan yang memanfaatkan pengetahuan tradisional, jamu, dan herbal Indonesia.

Ia tidak sekadar membangun bisnis kosmetik, tetapi juga memperkenalkan kekayaan alam dan tradisi perawatan kecantikan Nusantara melalui produk modern yang dapat digunakan masyarakat luas.

Perjalanan Martha memperlihatkan bagaimana pengetahuan tradisional dapat dikembangkan menjadi inovasi tanpa kehilangan akar budayanya. Melalui bisnisnya, jamu, herbal, dan bahan alami Indonesia memperoleh ruang dalam industri kecantikan modern.

Martha Tilaar Group, Warisan Bisnis yang Terus Berkembang

Dari sebuah salon sederhana, Martha Tilaar membangun kelompok usaha yang menjangkau berbagai bidang. Martha Tilaar Group berkembang melalui sejumlah perusahaan dengan kegiatan usaha yang berbeda-beda.
Berikut beberapa perusahaan yang menjadi bagian dari kelompok bisnis tersebut:
• PT Martina Berto Tbk, bergerak di bidang produksi dan pemasaran kosmetik serta produk berbasis herbal.
• PT Cedefindo, bergerak di bidang produksi kosmetik dan jasa maklon.
• PT Martha Beauty Gallery, bergerak di bidang pendidikan kecantikan melalui Puspita Martha International School.
• PT Cantika Puspa Pesona, bergerak di bidang jasa spa dan salon, termasuk usaha waralaba.
• PT Creative Style Mandiri, bergerak di bidang agensi periklanan.
• PT Kreasi Boga Primatama, bergerak di bidang penyediaan tenaga kerja.

Perkembangan kelompok usaha ini memperlihatkan luasnya bidang yang digarap Martha Tilaar dalam membangun ekosistem bisnis kecantikan dan layanan pendukungnya.
Kisah Martha juga menjadi pengingat bahwa membangun usaha membutuhkan proses panjang. Berawal dari sebuah salon kecil, ia mengembangkan bisnis yang membawa nama Indonesia melalui produk kecantikan yang mengangkat kekayaan alam dan tradisi lokal.

Selamat jalan, Ibu Martha Tilaar

Kebaya Lovers! Kita berterimakasih atas dedikasi dan kontribusi Ibu Martha Tilaar dalam mengembangkan industri kecantikan Indonesia serta memperkenalkan kearifan lokal Nusantara melalui karya dan inovasi.

Semoga kiprahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan Indonesia, bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan. Warisan budaya bukan sekadar sesuatu yang dikenang, melainkan juga sumber gagasan untuk menciptakan karya yang relevan bagi masa kini dan masa depan. ***

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *