• 2026-11-03
  • Elvy Yusanti
  • 0

Hello Kebaya Lovers!

ADA event menarik nih buat kalian pencinta kebaya, kain tradisional, dan budaya. Museum Nasional, Jakarta, menghadirkan pameran bertajuk Waves of Weave yang mengajak pengunjung mengenal kekayaan wastra dari 10 negara Asia Tenggara.

Digagas oleh Jakarta Fashion Week (JFW) yang berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (KEMENPAR), Indonesian Heritage Agency (IHA), Museum Nasional, Adhvan Media, dan ASA, pameran ini berlangsung mulai 26 Oktober 2026 hingga 8 Januari 2027.

Lalu, apa sih yang menarik dari Waves of Weave?
Pameran ini merupakan ekshibisi budaya yang menampilkan koleksi wastra dari 10 negara Asia Tenggara serta presentasi kebaya dari lima negara di kawasan ini.
Wastra menjadi salah satu benang merah budaya di Asia Tenggara. Melampaui batas geografis, kain tradisional merekam identitas setiap bangsa melalui ragam teknik, motif, dan material yang diwariskan serta terus dikembangkan lintas generasi.

Dua Ruang, Tiga Cerita
Mengusung tema wastra Asia Tenggara, Waves of Weave menghadirkan tiga sorotan dalam dua ruang pameran yang merayakan kekayaan tradisi tekstil dan makna personal di baliknya.

1. Kebaya, Tradisi yang Menghubungkan Lima Negara
Ternyata kebaya bukan hanya milik Indonesia. Pameran ini memperlihatkan bagaimana kebaya menjadi pakaian tradisional yang menghubungkan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Pada 2024, UNESCO menginskripsikan Kebaya: Knowledge, Skills, Traditions and Practices ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan melalui nominasi bersama lima negara tersebut.

Melalui koleksi kebaya bersejarah yang dipamerkan, pengunjung diajak menelusuri akar tradisi yang sama sekaligus mengenali keragaman ekspresinya melalui corak khas dari masing-masing negara.

2. Wastra Asia Tenggara, Setiap Kain Punya Cerita
Ruang kedua menghimpun katalog tekstil tradisional dari Indonesia, Malaysia, Kamboja, Timor-Leste, Thailand, Republik Demokratik Rakyat Laos, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Disuguhkan dalam instalasi imersif, koleksi wastra ini menggabungkan sejumlah tekstil bersejarah dengan kreasi lebih modern. Pengunjung juga dapat mengenal keberagaman teknik, keterampilan perajin, riwayat historis, serta pertukaran budaya yang berjasa membentuk tradisi tekstil di kawasan Asia Tenggara.

42 Koleksi Wastra, Kebaya, dan Aksesori
Dikurasi oleh Asisten Kurator Museum Tekstil Jakarta, Benny Gratha, Waves of Weave menyajikan 42 koleksi kebaya, wastra tradisional, dan aksesori.

Deretan koleksi kebaya dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand yang ditampilkan dalam pameran Waves of Weave di Museum Nasional, Jakarta. Setiap kebaya merepresentasikan kekayaan tradisi, keunikan budaya, dan identitas perempuan di Asia Tenggara. Foto: Dokumentasi Jakarta Fashin Week

Koleksi tersebut diperoleh melalui kolaborasi dengan sejumlah kolektor dan institusi dari berbagai negara, antara lain Benny Hadisurjo, Griya Keniten Karangasem Bali, keluarga Gusti Nurul dan Atilah Soeryadjaya, John Ang, Jaya Studio, Thai Peranakan Association, Kedutaan Besar Kerajaan Thailand, National Heritage Board, Kedutaan Singapura, KBRI Brunei Darussalam, Kedutaan Besar Republik Demokratik Rakyat Laos, kolektor dari Myanmar, serta Philippines Fashion Coalition dan Trade and Investment Center (PTIC), Kedutaan Besar Republik Filipina.

Kolaborasi lintas negara ini memperlihatkan bahwa wastra merupakan warisan budaya yang terus hidup dan berkembang.

Wastra Bukan Sekadar Produk Tekstil
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa budaya memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarnegara.

“Inisiatif SEAWAVES menunjukkan peran penting budaya dalam mempererat hubungan antarnegara. Dengan mempertemukan kedutaan besar, desainer, lembaga pelestarian warisan budaya, kolektor, dan komunitas budaya, mode turut memperkuat cara Asia Tenggara memandang identitas kawasannya sendiri, sekaligus bagaimana kawasan ini dikenal dan dipandang oleh dunia. Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong generasi muda untuk mengenal dan mengapresiasi kekayaan warisan wastra kita, serta memastikan pengetahuan dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi terus dilestarikan dan dirayakan.”

Salah satu wastra yang ditampilkan dalam Pameran Wafes of Weave adalah koleksi Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani, seorang putri bangsawan dari Pura Mangkunegaran, Surakarta. Foto:Elvy Yusanti

Kepala Indonesian Heritage Agency, Indira Estiyanti Nurjadin, juga menekankan bahwa wastra menyimpan banyak pengetahuan tentang kehidupan masyarakat.
“Melampaui sekadar produk tekstil, wastra merupakan sumber pengetahuan yang merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Keberagaman motif, teknik pembuatan, material, warna, serta cara mengenakannya dapat memberikan gambaran mengenai nilai-nilai yang dianut, identitas kelompok, kedudukan sosial, hingga fungsi wastra dalam upacara adat dan kehidupan sehari-hari.”

Sementara itu, Chairman Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana, menyampaikan pentingnya kolaborasi untuk memperluas ruang kreativitas dan pertukaran gagasan di industri fashion.

“Sebagai platform fashion terbesar di Asia Tenggara, Jakarta Fashion Week terus berupaya memperluas ruang bagi kreativitas lokal sekaligus mendorong pertukaran gagasan dengan ekosistem fashion yang lebih luas. Hal ini turut sejalan dengan kolaborasi penting kami bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia lewat Ekshibisi Waves of Weave yang menonjolkan warisan budaya Asia Tenggara. Inisiatif ini semakin mengukuhkan Jakarta Fashion Week dalam mendorong para pelaku fashion untuk terus bertumbuh dan berdaya saing.”

Yuk, Kenali Warisan Wastra Asia Tenggara!

Jadi, buat Kebaya Lovers yang ingin menikmati wisata budaya, pameran ini bisa masuk dalam daftar kunjungan. Bukan hanya melihat keindahan kain dan kebaya, tetapi juga mengenal sejarah, identitas, dan kekayaan tradisi negara-negara tetangga.

Informasi Pameran Waves of Weave
• Tanggal: 26 Oktober 2026–8 Januari 2027
• Lokasi: Museum Nasional, Jakarta
• Jam buka: Selasa–Minggu, pukul 08.00–17.00 WIB
• Harga tiket masuk: Rp50.000

Waves of Weave diharapkan menjadi platform edukasi dan menumbuhkan apresiasi terhadap tradisi tekstil dan kebaya lintas generasi, terutama di kalangan generasi muda Indonesia, sekaligus menjangkau audiens global yang lebih luas. Ekshibisi ini juga membuka ruang dialog tentang warisan tekstil kawasan dan mempererat hubungan lintas negara di Asia Tenggara.

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *