Hello Kebaya Lovers! 

Kebayang nggak sih, fashion show kebaya rame-rame bareng 40 dubes dan diplomat perempuan di Vatikan? Yup, it happened! Semua dalam rangka ngerayain 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Vatikan sekaligus Hari Kebaya Nasional ke-2 yang makin semarak.

Begitu para tamu datang, langsung disambut video-video kece soal aneka kebaya khas perempuan Indonesia. Ada kebaya batik, kutu baru, janggan, kebaya Bali, sampai kebaya noni—lengkap banget, kayak katalog budaya!

Dubes RI untuk Takhta Suci, Trias Kuncahyono bilang acara ini tuh bukan cuma selebrasi hubungan diplomatik doang, tapi juga cara seru ngenalin budaya kita. Yang paling ditunggu? Sesi belajar pakai kain bareng pegiat budaya Wisni W. Drupadi yang sengaja datang dari Jakarta. “Malam ini kita belajar pakai kain batik dengan cara yang simpel dan stylish,” kata Pak Dubes. Gasss!

Ibu Dubes, Atie Nitiasmoro, yang juga penggagas acara, cerita kalau Hari Kebaya Nasional ini hasil perjuangan komunitas perempuan Indonesia agar  kebaya balik jadi outfit sehari-hari. Sekarang makin banyak yang pakai kebaya buat antar anak sekolah, ngantor, belanja, sampe nongkrong. Fashion statement yang Indonesia banget!

Ibu Dubes Atie Nitiasmoro, yang juga penggagas acara, cerita kalau Hari Kebaya Nasional ini hasil perjuangan komunitas perempuan Indonesia agar kebaya balik jadi outfit sehari-hari

Dan yang paling bikin bangga, Desember 2024 kemarin UNESCO udah resmi mengakui kebaya sebagai Intangible Cultural Heritage, lewat pengajuan bareng 5 negara ASEAN, Indonesia pastinya termasuk.

Ibu Atie pun ngasih vibes positif soal kebaya, “Ke acara bareng Paus, saya kebaya-an. Mau ke Colosseum makan pasta sama gelato? Tetep kebaya dong!” katanya sambil ketawa, disambut tawa semua hadirin. Chill tapi classy.

Fashion show-nya sendiri dibawain sama DWP KBRI Vatikan dan DWP KBRI Roma bareng anak-anak mereka. Suasana langsung pecah! Tamu-tamu terpukau liat ragam warna, motif, dan gaya kebaya yang keren parah.

Sesi belajar pakai kain dibawakan pegiat budaya Wisni W. Drupadi yang sengaja datang dari Jakarta.

Nah, yang paling ditunggu-tunggu tentu aja sesi belajar pakai kain praktis ala Wisni. No jarum, no peniti, no ribet! Semua diplomat perempuan langsung dikasih kain batik tulis buat praktek. Awalnya banyak yang bingung, apalagi pas bagian “ngiket dari kiri ke kanan”. Tapi lama-lama enjoy juga, apalagi Wisni ngajarin 3 gaya pakai kain yang simpel tapi tetap anggun.

Di akhir sesi, Wisni pilih 3 peserta yang paling kece dan rapi sebagai juara 1, 2, dan 3. Seru banget, semua heboh dan nggak berhenti tanya-tanya.

Setelah acara, tamu langsung serbu makanan khas Indonesia. Ada soto ayam, perkedel, tempe goreng, sampe lapis Surabaya dan sosis Solo yang langsung tandas! Tapi yang paling hits: minuman kunyit asam, sampe diulang-ulang sama para diplomat, “This drink is sooo good!”

Kebaya Lovers! Malam itu bukan cuma soal diplomasi dan budaya, tapi juga soal vibe yang hangat, fun, dan penuh rasa bangga pakai kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia. Dari Jakarta ke Roma, kebaya tetap juara. ***

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *